Senin, 28 Mei 2012

Kisah Nabi Sulaiman - King Of Solomon

Sepanjang sejarah peradaban raja-raja di dunia, tidak akan kita jumpai lagi suatu kekuasaan yang melebihi kekuasaan Sulaiman. Kekuasaannya meliputi bangsa hewan, jin dan manusia. Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: "Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya semua ini benar-benar suatu karunia yang nyata".
Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib dalam barisan.

Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut : Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari"; maka dia tersenyum dengan tertawa karena mendengar perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".

Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: "Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir.

Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang".

Maka tidak lama kemudian datanglah hud-hud, lalu ia berkata: "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.

Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan Allah, sehingga mereka tidak dapat petunjuk, agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai 'Arsy yang besar".

Berkata Sulaiman: "Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta.
Pergilah dengan membawa suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan"

Berkata ia (Balqis): "Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia. Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya isinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri".

Berkata dia (Balqis): "Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusanku ini, aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelisku".

Mereka menjawab: "Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan juga memiliki keberanian yang sangat dalam peperangan, dan keputusan berada ditanganmu: maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan".

Dia berkata: "Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.

Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan membawa hadiah, dan aku akan menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu".

Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata: "Apakah patut kamu menolong aku dengan harta? maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.

Kembalilah kepada mereka sungguh kami akan mendatangi mereka dengan balatentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi tawanan-tawanan yang hina dina".

Berkata Sulaiman: "Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri".

Berkata 'Ifrit yang cerdik dari golongan jin: "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya".

Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari akan nikmat-Nya. Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia".

Dia berkata: "Robahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenalnya".

Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya: "Serupa inikah singgasanamu?" Dia menjawab: "Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri".

Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah, mencegahnya untuk melahirkan keislamannya, karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir.

Dikatakan kepadanya: "Masuklah ke dalam istana". Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: "Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca". Berkatalah Balqis: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam".

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (12:111)

Kisah tentang Nabi Sulaiman a.s. dan istana yang megah, kisah Hud-Hud, perjumpaannya dengan Ratu Bilqis dari Yaman, dan sebagainya sudah tersebar luas kemana-mana. Pun ketika wafatnya yang tidak biasa, wafat dalam keadaan duduk di singgasananya dengan memegang tongkat sambil mengawasi pekerja bangsa jin yang tengah bekerja, sudah sama-sama diketahui.
 
Hanya saja, salah satu kelebihan Nabi Sulaiman yang diberikan Allah SWT, yakni mampu menundukkan bangsa jin menjadi tentara dan para pekerjanya, oleh Yahudi Kabbalah dianggap jika Sulaiman merupakan pimpinan dari dunia gelap. Sulaiman diklaim sepihak sebagai Raja Yahudi (King of Solomon) yang dengan balatentara kekuatan gelapnya—bangsa jin—akan menundukkan dunia di bawah Bangsa Yahudi. Ini tentu tidak benar. Sulaiman memang yang membangun kuil untuk beribadah bagi kaum Yahudi. Segala sesuatunya sebenarnya sudah dipersiapkan oleh ayahandanya, Nabi Daud a.s.
Namun disebabkan Sulaiman mampu menundukkan bangsa jin dan bahkan memiliki pekerja dan barisan tentara dari mahluk halus ini, oleh kaum Yahudi Kabbalah yang gemar dengan segala bentuk sihir dan ritus-ritus syirik, Sulaiman dianggap sebagai raja mereka dan disebut sebagai King of Solomon. Terlebih lagi memang Nabi Sulaiman merupakan seorang raja Bani Israil yang memiliki istana megah dan indah, serta dianugerahi banyak kelebihan oleh Allah SWT.

Di masa Nabi Sulaiman hidup (985-922 SM), kaum Yahudi Kabbalah tidak berani terbuka mengatakan jika Sulaiman merupakan raja bagi mereka. Mereka juga tidak berani—atau tidak ada catatan sejarah mengenai hal ini—mengaitkan Nabi Sulaiman dengan iblis-iblis sesembahan mereka seperti Asmodei atau Asmodeus, iblis penjaga harta karun (yang dikemudian hari ditambahkan sebutannya sebagai Iblis penjaga harta karun King Solomon).

Barulah setelah wafatnya Nabi Sulaiman, mereka mengarang cerita bahwa Sulaiman merupakan raja bagi mereka dan mewariskan harta karun kerajaannya yang sangat banyak dan bernilai kepada Bani Israil. Klaim sepihak kaum Kabbalah terhadap Nabi Sulaiman a.s. tentunya sangat tidak beralasan. Dan bukan sekali dua saja mereka mengklaim hal-hal yang sebenarnya tidak ada landasan historisnya sama sekali seperti mitos yang mengatakan bahwa Tanah Palestina merupakan tanah leluhur mereka dan sebagainya. Kaum Yahudi memang dikenal dalam sejarah sebagai kaum yang banyak melakukan kerusakan di muka bumi dan juga pendusta…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar