Jumat, 01 Juni 2012

Gadis Sumedang Mengeluarkan Air Mata Kristal

Tina-perlihatkan-kristal.jpg
Gadis Sumedang Mengeluarkan Air Mata Krista
lGadis Sumedang Mengeluarkan Air Mata Kristal - KALAU Tuhan berkehendak, apa pun menjadi mungkin terjadi. Apa yang dialami oleh Tina Gustini (19) terasa mustahil terjadi, tapi itulah kenyataannya. Air mata Tina berubah menjadi kristal ketika keluar dari kelopak matanya.

Kejadian ini membuat geger warga di RT 01/RW 05, Kampung/Desa Cisalak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang.


Warga pun berdatangan ke rumah orangtua Tina yang berada di perempatan Cisalak, tak jauh dari kantor desa.


"Sudah 37 butir yang keluar," kata anak ketiga dari empat bersaudara itu sambil memperlihatkan butiran kristal, kemarin.


Menurut perempuan yang hanya tamat SMP ini, butiran kristal itu keluar sejak Selasa (22/3/2012) pukul 10.00. Bentuk butiran kristal itu mirip hiasan atau berlian ukuran kecil yang dipasang di perhiasan emas cincin, anting, ataupun gelang.


Kristal itu sangat keras dan tak pecah ketika digigit. "Pada Selasa keluar 28 butir dan hari Rabu keluar lagi sehingga total menjadi 37 butir," kata anak pasangan Dana (52) dan Eros (41) ini.


Warga yang tumplek di rumah orangtua Tina berebut ingin melihat kristal yang dimasukkan ke plastik dan sesekali ditaruh di piring kecil. Mereka berebut untuk memotretnya dengan ponsel berkamera.


"Sejak sakit di bagian perut enam bulan lalu, anak saya suka mengeluarkan air mata, tapi saat itu yang keluar warnanya hitam," kata Eros.


Eros mengatakan, air mata yang keluar dan berbentuk kristal itu semuanya berwarna hitam. "Air mata yang berubah menjadi kristal warna hitam itu berjumlah 74 butir dan sekarang sudah dikubur," kata Eros.


Tina mengaku, saat mengeluarkan air mata yang berubah menjadi kristal itu terasa sakit dan matanya perih.


"Untuk keluar air mata itu tidak harus menangis, tapi tiba-tiba saja mata perih seperti ada benda yang masuk ke mata. Kemudian ada air yang keluar di sudut luar dan menjadi kristal," kata Tina.


Air mata berupa kristal itu keluar dari kelopak mata setelah diseka dengan menggunakan tisu. "Harus dibantu tisu dan kristal itu keluar," katanya lagi.


Saat pertama keluar akhir tahun lalu, kata Tina, kristal warna hitam keluar setiap satu jam bisa dua butir. "Kristal itu keluar kalau saya sedang kesal," kata Tina, yang diakui ibunya sering bertengkar dengan adiknya.


Tina juga mengatakan, saat kristal itu keluar, telapak kaki dan tangannya terasa panas. "Telapak tangan dan kaki panas sehingga harus disiram air," kata Tina, yang memegang botol plastik berisi air.


Kabar beredar cepat dan akhirnya mengundang petugas dari Puskesmas Cisarua. "Kami membawa Tina ke klinik mata di rumah sakit untuk diperiksa secara medis," kata Kepala Puskesmas Cisarua, Aan Sugandi, yang membawa Tina dengan ambulans ke RSU.


Di rumah sakit Tina diperiksa di poli mata. "Secara medis matanya sehat. Dia harus kontrol lagi Senin karena tadi tidak puasa, jadi belum bisa diperiksa ke laboraturium," kata Direktur RSU dr Hilman Taufik.


Menurut Hilman, untuk memastikan, kristal yang dikeluarkan dari mata Tina itu harus diperiksa di laboraturim. "Kami akan memeriksa di laboraturium dan butuh waktu sehingga belum bisa menyimpulkan apa pun soal kristal itu," katanya.


Hilman mengatakan, kristal yang keluar dari mata Tina keras dan besar. "Kalau dilihat dan diraba, kristal itu memang keras dan besar bila harus keluar dari mata," kata Hilman lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar